PENGARUH PELATIHAN K3 TERHADAP PERILAKU TENAGA KERJA KONSTRUKSI DALAM BEKERJA SECARA AMAN DI PROYEK

Ferdinand Fassa, Susy Rostiyanti

Abstract


Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 yaitu setiap perusahaan wajib untuk menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Salah satu bentuk pembinaan adalah dengan mengadakan pelatihan K3 bagi tenaga kerja konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelatihan K3 dalam mempengaruhi tingkat kesadaran bekerja secara aman para pekerja konstruksi. Metode pengukuran menggunakan kuesioner yang disebarkan ke para tenaga kerja konstruksi dengan level mandor, tukang dan pembantu tukang yang berada di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Pengolahan data dilakukan dengan mengunakan analisis tabulasi silang dan uji Chi-Square. Hasil pengolahan data kuesioner menunjukaan bahwa terdapat 52% pekerja yang belum pernah mengikuti pelatihan K3. Kemudian berdasarkan uji Chi-square tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan pekerja terhadap pengaruh pelatihan K3 untuk bekerja secara aman (p = 0,231 >0,05). Namun dari tabulasi silang dan uji Chi-Square pada variabel responden yang pernah mengikuti pelatihan K3 terhadap pengaruh pelatihan K3 dalam bekerja secara aman di proyek didapat hubungan yang signifikan di antara keduanya (p = 0,0168 <0,05). Responden yang telah mengikuti pelatihan K3 merasa pelatihan tersebut mempengaruhi tingkat kesadaran dalam bekerja secara aman di proyek.

 

Keywords: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pelatihan K3, Tenaga konstruksi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.