ANALISIS GEOMETRI PROPORSI FASADE PORTICO PADA BANGUNAN INSTITUSI NEGARA BERGAYA ARSITEKTUR KLASIK DI JAKARTA

Doni Fireza, Adli Nadia

Abstract


Indonesia sebagai bekas negara kolonial Belanda memiliki banyak bangunan kolonial dan bangunan baru yang menggunakan gaya klasik sebagai desain arsitekturnya. Peralihan perkembangan arsitektur pada masa pasca kemerdekaan memasuki era kontemporer menghasilkan makin banyaknya karya arsitektur baru oleh arsitek Indonesia yang menggunakan gaya arsitektur klasik sebagai sumber inspirasinya. Salah satu warisan teori arsitektur dari periode klasik adalah teori aturan geometri yang berbasiskan proporsi yang dikenal dengan teori proporsi emas. Namun, penerapan teori proporsi emas sebagai warisan arsitektur klasik diduga tidak sejalan dengan penggunaan elemen fisik desain bangunannya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penerapan teori proporsi emas pada kasus-kasus bangunan gaya arsitektur klasik di Jakarta, Indonesia baik dari periode masa kolonial abad ke-19 hingga masa pasca kemerdekaan akhir abad ke-20. Ini termasuk; (1) mempelajari teori proporsi gaya klasik, (2) menganalisis perhitungan proporsi pada fasad bangunan studi kasus, dan (3) membuat pemeriksaan silang antara teori proporsi emas dan perhitungan proporsi dalam studi kasus. Hasilnya adalah pengungkapan tingkat konsistensi penerapan teori proporsi emas dalam bangunan bergaya arsitektur klasik di Jakarta. Diharapkan dengan pengetahuan ini arsitek dalam merancang bangunan dengan elemen arsitektur klasik dapat lebih secara komprehensif menerapkan teori proporsi emas tersebut agar tercipta karya yang lebih estetis.

 

Kata Kunci: Golden Proportion, Arsitektur Klasik, Analisa Geometris, Arsitektur Kolonial Indonesia

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN : 2549-080X

E-ISSN : 2807-4017