ANALISIS RUMAH SAKIT JIWA DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI LINGKUNGAN STUDI KASUS: RSJ Dr. Soeharto Heerdjan

Arletta Camelia, Santoni Santoni

Abstract


Kurangnya perhatian terhadap ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) dan buruknya stigma masyarakat terhadap mereka menunjukkan bahwa Indonesia masih buta dan belum peduli terhadap masalah tersebut. Kurangnya fasilitas kesehatan mental di Indonesia membuat penderita sulit untuk mengakses

pengobatan. Arsitektur memiliki peran yang besar dalam mengatasi masalah ini, yaitu dengan menyediakan fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup ODGJ. Teori yang digunakan dalam simulasi perancangan adalah teori psikologi lingkungan, yang merupakan sebuah studi ilmiah mengenai transaksi dan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Teori ini

merupakan hasil kolaborasi antara para arsitek dan ahli psikologi yang berupaya untuk menciptakan kondisi hidup yang sesuai dengan kebutuhan penghuninya, yang kebanyakan diterapkan pada perancangan fasilitas untuk “special population,” seperti layanan kesehatan kejiwaan. Psikologi Lingkungan menunjukkan bahwa lingkungan yang kita tinggali berefek kepada perasaan penghuninya secara tidak sadar. Metodologi riset yang akan digunakan adalah metode kualitatif, dengan studi preseden dan observasi terhadap rumah sakit jiwa yang sudah ada di Jakarta. Hasil penelitian tersebut akan diterapkan dalam simulasi perancangan rumah sakit jiwa dengan teori psikologi lingkungan. Dengan metode dan nilai-nilai yang tepat, perancangan rumah sakit jiwa di masa mendatang tidak hanya akan membantu mempercepat kesembuhan pasien, tetapi juga membantu mereka merasa lebih nyaman selama mereka mendapatkan perawatan.

 

Keywords:  rumah sakit jiwa, orang dengan gangguan jiwa, kesehatan mental, psikologi lingkungan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN : 2549-080X

E-ISSN : 2807-4017